Mengetahui Batu Empedu, di artikel kali ini saya akan membahas dengan katagori sebagaiberikut
Apakah batu empedu itu.??
Apa penyebab batu empedu.??
Apa faktor resiko batu empedu.??
Apakah gejala batu empedu.??
Bagaimana batu empedu didiagnosis.??
Bagaimana batu empedu didiagnosis.??
Bagaimana batu empedu diobati.??
Apakah ada pengobatan non-operasi.??
Apakah batu empedu itu.??
Batu empedu merupakan potongan-potongan bahan padat yang terbentuk di kandung empedu. Dua jenis utama dari batu empedu adalah sebagaiberikut
1. Batu Kolesterol: Biasanya berwarna kuning hijau, sekitar 80% dari batu empedu adalah batu kolesterol
2. Batu Pigmen: Batu-batu ini lebih kecil, lebih gelap dan terbuat dari bilirubin
Apa penyebab batu empedu.??
Beberapa faktor dapat datang bersama-sama untuk membuat batu empedu, meliputi
1. Genetika
2. Berat badan
3. Penurunan motilitas (gerakan) dari kantong empede
4. Asupan makanan
Batu empedu bisa berbentuk ketika ada ketidak seimbangan dalam zat yang membentuk empedu. Penyebab lain mungkin ketidak mampuan kandung empedu mengosongkan diri dengan benar
Batu pigmen lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti sirosis (penyakit hati dimana jaringan parut mengantikan jaringan hati yang sehat) atau penyakit darah seperti anemia sel sabit
Apakah faktor resiko batu empedu.??
Faktor resiko untuk mendapatkan batu empedu antaralain
1. Jika orang lain dalam keluarga Anda memiliki batu empedu, Anda berada pada resiko berpotensi mengalami batu empedu
2. Ini adalah salah satu faktor resiko terbesar. Obesitas dapat menyebabkan kenaikan kolesterol
3. Estrogen dapat meningkatkan kolesterol dan mengurangi motilitas kandung empedu. Wanita yang sedang hamil atau yang mengkomsumsi pil KB atau KB hormon lainnya memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk mengalami batu empedu
4. Latar belakang etnis
5. Jenis kelamin dan usia
6. Obat kolesterol. Beberapa obat penurun kolesterol meningkatkan jumblah kolesterol dalam empedu, yang dapat meningkatkan potensi batu kolesterol
7. Orang dengan diabetes cenderung memiliki tingkat gliserid yang lebih tinggi (sejenis lemak darah), yang merupakan faktor resiko untuk batu empedu
8. Penurunan berat badan yang cepat. Puasa juga dapat menyebabkan kantong empedu kurang berkontraksi
Apakah gejala batu empedu.??
Batu empedu sering tidak menimbulkan gejala. Baca juga artikel 7 Faktor Penyebab Penceraian. Seseorang biasanya mengetahui memiliki batu empedu ketika sedang diperiksa untuk penyakit lain
Ketika gejala muncul, gejala dapat meliputi sebagaiberikut
1. Nyeri di perut bagian atas dan punggung atas, rasa sakit dapat berlangsung selama beberapa jam
2. Mual
3. Muntah
4. Masalah pencernaan lain, termasuk kembung, mulas dan tidak nyaman di perut
Bagaimana batu empedu didiagnosis.??
Jika dokter mencurigai Anda memiliki batu empedu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan berbagai tes lainnya, termasuk pemeriksaan sebagai berikut
1. Tes darah: Tes darah dapat diberikan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau obstruksi dan atau untuk menyingkirkan kondisi lainnya
2. Cat Scan: Tes ini menggunakan sinar-X khusus untuk membuat penampang gambar orang dan jaringan tubuh
3. Magnetic resonance cholangio pancreatography (MRCP): Tes ini menggunakan medan magnet dan pulsa energi gelombang radio untuk mendapatkan gambar dari struktur di dalam tubuh, termasuk hati dan kantong empedu
4. Cholescintigraphy: Tes ini dapat menentukan apakah kantong empedu berkontraksi dengan benar. Bahan radioaktif disuntikan kepasien dan berjalan kekantong empedu. Teknisi kemudian mengamati pergerakan kantong empedu
5. Endoskopi retrograde cholangio pancreatography (ERCP): Dokter memasukan endoskop melalui mulut pasien keusus kecil dan menyuntikan pewarna untuk memungkinkan saluran-saluran empedu dilihat
Bagaimana batu empedu diobati.??
Batu empedu biasanya diobati dengan pembedahan mengambil kantong empedu. Operasi tradisional disebut kolesistektomi terbuka. Sebuah prosedur baru, yang disebut kolesistektomi laparoskopi, kurang invasif, memiliki komplikasi yang lebih sedikit dan lebih sering digunakan
Kolesistektomi laparoskopi. Selama prosedur ini, instrumen, cahaya dan kamera di masukan melewati beberapa sayatan kecil di perut. Dokter bedah akan melihat bagian dalam tubuh melalui laparoskop yang diproyeksikan melalui monitor video, lalu kantong empedu diambil. Setelah operasi, pasien perlu diopnam di rumah sakit
Kolesistektomi terbuka. Ini adalah prosedur yang lebih invasif dimana ahli bedah membuat sayatan di perut yang lebih besar untuk menghilangkan kantung empedu. Pasien tetap di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi
Jika batu empedu berada di saluran empedu, endoscopic retrograde cholangiopancreatography dapat digunakan untuk menemukan dan mengambilnya sebelum atau selama operasi kandung empedu
Apakah ada pengobatan non-operasi.??
Tentu saja ada, cuma obat ini bekerja untuk melarutkan batu kolesterol. Diare ringan dapat menjadi efek samping dari kedua obat
Kelemahan dari menggunakan obat adalah bahwa Anda mungkin harus mengkonsumsinya selama bertahun-tahun untuk benar-benar meluruhkan batu. Selain itu, batu bisa kembali kambuh setelah Anda berhenti minum obat
Demikianlah beberapa informasi tentang Batu Empedu, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berkomentar
1. Batu Kolesterol: Biasanya berwarna kuning hijau, sekitar 80% dari batu empedu adalah batu kolesterol
2. Batu Pigmen: Batu-batu ini lebih kecil, lebih gelap dan terbuat dari bilirubin
Apa penyebab batu empedu.??
Beberapa faktor dapat datang bersama-sama untuk membuat batu empedu, meliputi
1. Genetika
2. Berat badan
3. Penurunan motilitas (gerakan) dari kantong empede
4. Asupan makanan
Batu empedu bisa berbentuk ketika ada ketidak seimbangan dalam zat yang membentuk empedu. Penyebab lain mungkin ketidak mampuan kandung empedu mengosongkan diri dengan benar
Batu pigmen lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti sirosis (penyakit hati dimana jaringan parut mengantikan jaringan hati yang sehat) atau penyakit darah seperti anemia sel sabit
Apakah faktor resiko batu empedu.??
Faktor resiko untuk mendapatkan batu empedu antaralain
1. Jika orang lain dalam keluarga Anda memiliki batu empedu, Anda berada pada resiko berpotensi mengalami batu empedu
2. Ini adalah salah satu faktor resiko terbesar. Obesitas dapat menyebabkan kenaikan kolesterol
3. Estrogen dapat meningkatkan kolesterol dan mengurangi motilitas kandung empedu. Wanita yang sedang hamil atau yang mengkomsumsi pil KB atau KB hormon lainnya memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk mengalami batu empedu
4. Latar belakang etnis
5. Jenis kelamin dan usia
6. Obat kolesterol. Beberapa obat penurun kolesterol meningkatkan jumblah kolesterol dalam empedu, yang dapat meningkatkan potensi batu kolesterol
7. Orang dengan diabetes cenderung memiliki tingkat gliserid yang lebih tinggi (sejenis lemak darah), yang merupakan faktor resiko untuk batu empedu
8. Penurunan berat badan yang cepat. Puasa juga dapat menyebabkan kantong empedu kurang berkontraksi
Apakah gejala batu empedu.??
Batu empedu sering tidak menimbulkan gejala. Baca juga artikel 7 Faktor Penyebab Penceraian. Seseorang biasanya mengetahui memiliki batu empedu ketika sedang diperiksa untuk penyakit lain
Ketika gejala muncul, gejala dapat meliputi sebagaiberikut
1. Nyeri di perut bagian atas dan punggung atas, rasa sakit dapat berlangsung selama beberapa jam
2. Mual
3. Muntah
4. Masalah pencernaan lain, termasuk kembung, mulas dan tidak nyaman di perut
Bagaimana batu empedu didiagnosis.??
Jika dokter mencurigai Anda memiliki batu empedu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan berbagai tes lainnya, termasuk pemeriksaan sebagai berikut
1. Tes darah: Tes darah dapat diberikan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau obstruksi dan atau untuk menyingkirkan kondisi lainnya
2. Cat Scan: Tes ini menggunakan sinar-X khusus untuk membuat penampang gambar orang dan jaringan tubuh
3. Magnetic resonance cholangio pancreatography (MRCP): Tes ini menggunakan medan magnet dan pulsa energi gelombang radio untuk mendapatkan gambar dari struktur di dalam tubuh, termasuk hati dan kantong empedu
4. Cholescintigraphy: Tes ini dapat menentukan apakah kantong empedu berkontraksi dengan benar. Bahan radioaktif disuntikan kepasien dan berjalan kekantong empedu. Teknisi kemudian mengamati pergerakan kantong empedu
5. Endoskopi retrograde cholangio pancreatography (ERCP): Dokter memasukan endoskop melalui mulut pasien keusus kecil dan menyuntikan pewarna untuk memungkinkan saluran-saluran empedu dilihat
Penyebab batu empedu, gejala dan bagaimana batu empedu diobati
Bagaimana batu empedu diobati.??
Batu empedu biasanya diobati dengan pembedahan mengambil kantong empedu. Operasi tradisional disebut kolesistektomi terbuka. Sebuah prosedur baru, yang disebut kolesistektomi laparoskopi, kurang invasif, memiliki komplikasi yang lebih sedikit dan lebih sering digunakan
Kolesistektomi laparoskopi. Selama prosedur ini, instrumen, cahaya dan kamera di masukan melewati beberapa sayatan kecil di perut. Dokter bedah akan melihat bagian dalam tubuh melalui laparoskop yang diproyeksikan melalui monitor video, lalu kantong empedu diambil. Setelah operasi, pasien perlu diopnam di rumah sakit
Kolesistektomi terbuka. Ini adalah prosedur yang lebih invasif dimana ahli bedah membuat sayatan di perut yang lebih besar untuk menghilangkan kantung empedu. Pasien tetap di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi
Jika batu empedu berada di saluran empedu, endoscopic retrograde cholangiopancreatography dapat digunakan untuk menemukan dan mengambilnya sebelum atau selama operasi kandung empedu
Apakah ada pengobatan non-operasi.??
Tentu saja ada, cuma obat ini bekerja untuk melarutkan batu kolesterol. Diare ringan dapat menjadi efek samping dari kedua obat
Kelemahan dari menggunakan obat adalah bahwa Anda mungkin harus mengkonsumsinya selama bertahun-tahun untuk benar-benar meluruhkan batu. Selain itu, batu bisa kembali kambuh setelah Anda berhenti minum obat
Demikianlah beberapa informasi tentang Batu Empedu, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berkomentar

Wah bahaya juga ya batu empedu ini. Harus jaga kesehatan nih, apalagi cara penyebuhannya yang perlu dioperasi, keep health. Makasih atas informasinya ya.
ReplyDeleteIya gan, kalau cuma mengkonsumsi obat itu membutuhkan waktu yg cukup lama agar benar-benar sembuh
ReplyDelete